Makalah
Disiplin Ilmu Akuntansi Keuangan
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas PKKMB
Universitas Singaperbangsa Karawang Fakultas Ekonomi & Bisnis Prodi D3
Akuntansi
Disusun oleh : Ida Nuraini Saputri
D3 Akuntansi
Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi
& Bisnis UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada
Allah Subhanahu wa ta’ala atas karunia, hidayah
dan nikmatnya penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai
disiplin ilmu Akuntansi Perpajakan .
Penulisan makalah ini
bertujuan untuk memenuhi
salah satu tugas
yang diberikan oleh panitia
PKKMB FEB 2019.
Makalah ini
bersumber dari buku serta situs yang berkaitan tentang Akuntansi Perpajakan,
tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada panitia serta rekan-rekan
mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
Penulis berharap dengan membaca makalah
ini dapat memberi
manfaat bagi kita semua, semoga
makalah ini dapat
menambah wawasan kita
mengenai sistem pemungutan pajak di Indonesia.
Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju
arah yang lebih
baik.
Demikianlah
makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan yang membacanya. Aamiin.
Karawang, 22 Agustus 2019
Penulis
DAFTAR ISI
|
KATA PENGANTAR
...........................................................................................
|
i
|
|
DAFTAR ISI
.......................................................................................................
|
ii
|
|
BAB I PENDAHULUAN
|
|
|
1.1 Latar Belakang
...........................................................................................
|
1
|
|
1.2 Rumusan Masalah
.....................................................................................
|
2
|
|
1.3 Tujuan Penulisan
.......................................................................................
|
2
|
|
1.4. Manfaat Penulisan
...................................................................................
|
3
|
|
BAB II PEMBAHASAN
|
|
|
2.1 Pengertian Akuntansi
Keuangan................................................................
|
4
|
|
2.2 Fungsi Akuntansi
Keuangan
.......................................................................
|
4
|
|
2.3 Tujuan adanya Akuntansi Keuangan..........................................................
|
5
|
|
2.4 Hubungan Akuntansi Keuangan dengan Bidang Lain ................................
|
6
|
|
2.5 Cara
Memahami Akuntansi Keuangan ......................................................
|
8
|
|
11
|
|
|
BAB III PENUTUP
|
|
|
3.1 Simpulan
....................................................................................................
|
13
|
|
3.2 Saran
.........................................................................................................
|
13
|
|
DAFTAR PUSTAKA
............................................................................................
|
14
|
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Akuntansi
berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi
(accounting thought) dibagi
dalam tiga periode:
tahun 4000 SM – 1300 M; tahun 1300
– 1850 M, dan tahun
1850 M sampai
sekarang. Masing- masing
periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping
yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi
dalam dunia bisnis
saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan
dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry book keeping.
Pada periode terakhir
banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukan
lagi sekedar masalah debit
kiri – kredit kanan, tetapi
sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada
perubahan ilmu akuntansi modern (Fitriyah, 2006). Salah satu fungsi
akuntansi adalah mengkomunikasikan informasi ekonomi, yaitu realita ekonomi
suatu organisasi. Komunikasi ini dapat
berupa memberikan dan memperoleh informasi, memotivasi dan mempengaruhi si pemakai
informasi akuntansi guna
pembuatan keputusan atau
perjanjian kerja sama, termasuk
untuk menetapan harga.
Tujuan pemakaian adalah
untuk mencatat data yang akan menjadi
dasar penyusunan laporan
keuangan pada 2 periode tertentu
dan untuk memberikan informasi tentang aktivitas perusahaan
sehari-hari (Zuhdi, 2011). Informasi akuntansi
juga dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan sebuah kelompok mandiri. Adanya
informasi akuntansi membantu dalam menyelenggarakan kegiatan usaha mandiri. Akuntansi memberikan informasi kepada
organisasi mengenai cara pembukuan yang sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK). Informasi akuntansi juga membantu
bagaimana memproses produksi yang sesuai dengan sistem biaya standar sehingga selisih
biaya yang terjadi
tidak merugikan organisasi tersebut (Herawaty dkk,
2008).
Pengguna akuntansi sangat bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi
sebagai: 1) alat hitung menghitung; 2) sumber informasi dalam pengambilan keputusan; 3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan sejalan dengan (atau
sebagai bentuk pengamalan) ajaran
agama yang biasa
disebut akuntansi syariah. Bila dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah
tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih
berada pada tataran pertama dan kedua yaitu
sebagai alat hitung-menghitung dan sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu banyak usaha kecil yang belum menggunakan laporan keuangan
karena disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang akuntansi pada usaha kecil
dan belum merasakan
manfaatnya jika menggunakan laporan keuangan. Informasi akuntansi akan
bermanfaat jika bisa dipahami dan diimplementasikan oleh penggunanya.
1.2 Rumusan Masalah
a.
Apa pengertian dan fungsi
Akuntansi Keuangan?
b.
Apa tujuan adanya Akuntansi
Keuangan?
c.
Bagaimana hubungan Akuntansi Keuangan
dengan bidang lain?
d.
Bagaimana cara agar Akuntansi Keuangan dapat berjalan dengan lancar?
1.3
Tujuan
a.
Mendeskripsikan pengertian dan fungsi Akuntansi Keuangan
b.
Mendeskripsikan tujuan
adanya Akuntansi Keuangan
c.
Mendeskripsikam hubungan Akuntansi Keuangan dengan
bidang lain
d.
Mendeskripsikan cara agar Akuntansi Keuangan dapat berjalan dengan lancer
1.4
Manfaat Penulisan
Untuk memudahkan pembaca memahami perihal
disiplin ilmu akuntansi keuangan, mampu untuk melatih
pembaca agar dapat
berpikir secara sistematis, serta diharapkan mampu melatih kreatifitas penulis.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Akuntansi Keuangan
Akuntansi Keuangan menurut Kieso dan Weygant adalah serangkaian proses
yang berujung pada penyusunan laporan keuangan yang berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan untuk digunakan oleh
pengguna laporan keuangan baik pihak internal
maupun eksternal perusahaan.
Akuntansi Keuangan menurut Sugiarto bidang dalam akuntansi yang berfokus pada penyiapan laporan keuangan
suatu perusahaan secara berkala. Laporan ini berguna sebagai bentuk pertanggungjawaban pihak manajemen
terhadap para pemegang saham. Persamaan akuntansi yang digunakan adalah Aset = Liabilitas + Ekuitas. Hal ini mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan
(SAK).
Akuntansi Keuangan
adalah salah satu bagian dari akuntansi yang berhubungan
dengan penyajian laporan
keuangan perusahaan kepada
pihak eksternal berupa
laporan neraca, rugi laba,
Perubahan Modal dan Arus Kas kepada pemegang
saham, kreditor atau investor khususnya tentang profitabilitas dan kredibilitas perusahaan, kepada supplier, dan pemerintahan.
2.2
Fungsi Akuntansi Keuangan
Fungsi
Akuntansi Keuangan menurut perananannya yaitu salah satunya adalah sebagai
wadah mengambil dan mengumpulkan informasi transaksi yang terkait dengan
kegiatan keuangan perusahaan seperti transaksi modal
dan investasi, transaksi penjualan dan pembelian barang,
dan transaksi lainnya
Fungsi utama
dari Akuntansi Keuangan yaitu yang pertama mengetahui dan menghitung laba ataupun
rugi yang sudah didapat oleh perusahaan. Akuntansi keuangan
bertujuan memberikan informasi dan data
keuangan yang dapat
membantu para pengguna laporan untuk mengetahui laba dan rugi perusahaan, juga
memprediksi potensi laba
di masa yang akan datang.
Kedua, memberikan informasi yang bisa berguna
bagi manajemen perusahaan. Pihak
manajemen membutuhkan informasi keuangan sebagai bahan
evaluasi terhadap kinerja, juga
paling utama adalah
sebagai gambaran alternatif untuk pengambilan
keputusan di masa mendatang. Ketiga,
agar bisa membantu
untuk menetapkan hak bagi
masing-masing pihak yang
mempunyai suatu kepentingan dalam suatu perusahaan, baik itu pihak internal maupun eksternal. Keempat,
untuk mengawasi dan
mengendalikan berbagai macam
tindakan yang terjadi pada perusahaan. Kelima, untuk membantu suatu perusahaan dalam mencapai targetnya yang sebelumnya
sudah ditentukan. Ada target jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
2.3
Tujuan adanya Akuntansi Keuangan
Tujuan pertama yaitu memberikan informasi keuangan yang bisa dipercaya
tentang aktiva dan pasiva
perusahaan. Kedua, Memberikan informasi yang bisa dipercaya tentang perubahan pada sumber-sumber
ekonomi bersih (netto) suatu perusahaan yang muncul akibat aktifitas usahanya
dalam rangka mendapatkan keuntungan. Ketiga, Memberikan informasi keuangan yang
membantu para pengguna laporan keuangan dalam membuat estimasi
atau perkiraan potensi
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
Selain itu ada tujuan
khusus dalam Akuntansi Keuangan yaitu untuk
menyajikan informasi berupa
laporan yang memuat
posisi keuangan, hasil
usaha dan perubahan posisi keuangan lainnya secara
wajar sesuai dengan
Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).
Tujuan kualitatifnya yang pertama, relevan
artinya berguna secara
langsung. Kedua, dapat diuji, yaitu diuji kebenaran serta
validitasnya oleh pihak independen melalui pengukuran akuntansi. Ketiga, dapat
dipahami yaitu Informasi akuntansi disusun sedemikian
rupa menggunakan prinsip-prinsip akuntansi tertentu dan dinyatakan dalam bentuk yang
disesuaikan dengan kebutuhan para penggunanya. Keempat, netral yaitu
Akuntansi keuangan yang menghasilkan
laporan-laporan keuangan diciptakan untuk kepentingan semua pihak yang
berhubungan dengan aktifitas sebuah perusahaan
2.4
Hubungan Akuntansi Keuangan
dengan Bidang Lain
Pentingnya pemahaman akuntansi tidaklah terbatas hanya
pada dunia usaha
semata. Banyak karyawan yang
pendidikannya bukan dalam
bidang bisnis juga
menggunakan data akuntansi
dan mereka itu perlu mengetahui prinsip-prinsip serta terminologi akuntansi. Semua orang
akan berhubungan dengan transaksi usaha sehingga harus memperhatikan
aspek keuangan yang
terdapat dalam dirinya
sendiri. Dalam dunia
bisnis yang semakin modern, akuntansi memainkan peranan penting, dan dalam arti luas semua
warga Negara akan berhubungan dengan dunia akuntansi pada kesempatan tertentu.
Pihak
didalam akuntansi keuangan dibagi menjadi 2 macam diantaranya yaitu eksternal
dan internal.
Pihak Eksternal: Perusahaan Pihak
eksternal perusahaan adalah
pihak-pihak yang berada di luar perusahaan, seperti investor,
kreditor, supplier, pemerintah, dan masyarakat.
Investor: Investor atau dalam hal ini dapat disebut sebagai
penanam modal adalah pihak (eksternal) nomor satu yang
terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk
menilai apakah suatu
perusahaan masih bisa go public
dan memiliki kemampuan untuk membayar dividen’
atau justru sebaliknya. Penilaian investor
tersebut digunakan dalam mengambil keputusan, apakah mereka akan menambah pembelian jumlah saham di perusahaan tersebut atau menjual
semua saham yang mereka
miliki.
Kreditor: Kreditor adalah pihak (eksternal) nomor dua
yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan.
Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk menilai apakah suatu perusahaan berada dalam keadaan
sehat dan memiliki
kemampuan
membayar angsuran pokok
dan bunga pada saat jatuh tempo (apabila suatu perusahaan diberikan bantuan dana kredit) atau tidak.
Supplier: Supplier adalah
pihak (eksternal) nomor 3 yang terkait dalam penyusunan
laporan keuangan. Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk
mengetahui apakah suatu perusahaan masih memiliki kemampuan untuk
membayar dan melu-nasi utang atas
bahan baku yang dipesan dari mereka atau tidak. Selain itu, mereka juga membutuhkan informasi laporan keuangan untuk
mengetahui kesehatan suatu
perusahaan sebelum mereka merriutuskan memperpanjang kerja sama kontrak
dengan perusahaan yang bersangkutan.
Pemerintah: Pemerintah adalah pihak
(eksternal) nomor empat yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan.
Pemerintah membutuhkan informasi laporan keuangan untuk menentukan kebijakan dalam
kaitannya dengan pajak
dan pungutan yang
nanti akan dibebankan kepada perusahaan serta bantuan
yang nantinya diberikan kepada perusahaan.
Masyarakat: Masyarakat adalah pihak (eksternal) nomor lima yang terkait dalam
penyusunan laporan keuangan.
Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk mengetahui
jumlah kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Informasi laporan keuangan ini nantinya
dapat mereka gunakan
sebagai bahan ajar,
analisis, dan penelitian dengan tujuan-tujuan tertentu.
Pihak Internal: Perusahaan Pihak
internal perusahaan adalah pihak-pihak yang berada di dalam perusahaan, seperti direktur, akuntan
dan staff accounting, dan karyawan.
Direktur: Direktur atau dalam hal ini dapat disebut
sebagai pendiri perusahaan adalah pihak (internal) nomor
satu yang terkait
dalam penyusunan laporan
keuangan. Sebab, ia memiliki kewenangan penuh untuk menilai
laporan keuangan di perusahaan yang dimilikinya. Laporan
keuangan tersebut nantinya
dapat ia gunakan
untuk mengetahui perkembangan keuangan yang
terjadi di perusahaannya dalam kurun waktu
tertentu, serta
dapat digunakan untuk
mengetahui apakah perusahaannya masih bisa bertahan selama satu atau beberapa tahun mendatang dengan
keuangan yang ada.
Akuntan dan
Staff Accounting: Akuntan atau
staff accounting adalah pihak (internal) nomor
dua yang terkait
dalam penyusunan laporan
keuangan. Sebab, dialah
yang bertanggungjawab untuk menyusun laporan keuangan suatu
perusahaan sebelum dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan di hadapan direktur.
Karyawan: Karyawan adalah pihak (internal) nomor tiga
yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Mereka membutuhkan informasi
seputar laporan keuangan untuk mengetahui
apakah perusahaan tempat mereka bekerja berada dalam kondisi sehat
atau sedang dalam
kondisi krisis. Apabila
perusahaan berada dalam
keadaan sehat, mereka tidak
perlu risau memikirkan untuk mencari pekerjaan baru. Sebaliknya, apabila perusahaan dalam kondisi krisis,
mereka bisa bersiap-siap mengundurkan diri dan mencari pekerjaan yang baru.
2.5 Cara Memahami Akuntansi Keuangan
Informasi yang
dihasilkan dari proses
akuntansi sangat diperlukan untuk sebuah bisnis.
Dalam penjelasan yang lebih
luas, fungsi akuntansi dapat dijabarkan sebagai berikut:
Mengetahui Jumlah Laba atau Rugi
Tujuan utama dari kegiatan bisnis
sebuah perusahaan adalah
untuk memperoleh laba atau keuntungan. Untuk memastikan apakah dalam suatu
periode tertentu perusahaan mengalami laba atau
rugi, diperlukan adanya
catatan transaksi keuangan perusahaan secara menyeluruh, detail
dan uptodate menggunakan proses
akuntansi. Dari proses
tersebut akhirnya akan menghasilkan informasi berupa laporan keuangan
yang dapat memperlihatkan dengan jelas dan pasti tentang laba rugi perusahaan
pada periode tertentu.
Informasi Keuangan Perusahaan
Pihak internal
perusahaan meliputi direktur, para manajer, dan pemegang saham. Mereka berkepentingan untuk melihat
informasi keuangan untuk memenuhi tugasnya dalam menganalisa kondisi
keuangan perusahaan, apakah
dalam kondisi yang sehat atau tidak sehat. Selain itu juga untuk
mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan
jalannya perusahaan. Sedangkan pihak eksternal
meliputi investor, rekan bisnis, kreditur dan pemerintah. Para eksternal
seperti investor juga berhak melihat
kondisi keuangan perusahaan apakah dalam kondisi stabil dan
menguntungkan. Sehingga ketika investor memutuskan untuk berinvestasi,
perusahaan dapat memberikan timbal balik berupa dividen yang tinggi bagi dirinya.
Informasi bagi Operasional Perusahaan
Akuntansi sebagai
penyedia informasi berupa
laporan keuangan dapat
memenuhi kebutuhan manajemen sebagai pihak pengambil keputusan. Karena
dalam laporan keuangan terdapat berbagai informasi
keuangan seperti berapa
jumlah uang kas maupun
non kas perusahaan saat ini, berapa tingkat penjualan apakah telah
mencapai terget perusahaan, berapa jumlah persediaan bahan baku apakah masih
mencukupi untuk kegiatan produksi selanjutnya,
berapa biaya operasional perusahaan apakah mengalami pemborosan, dan sebagainya.
Sebagai Tolak Ukur
Perusahaan dikatakan maju
dan tumbuh dengan
baik ketika bisa
menyajikan informasi keuangan yang rapi, valid,
akurat serta mudah
dipahami. Di mana penyajian informasi tersebut dapat diperoleh melalui proses akuntansi yang benar. Akuntansi yang benar yaitu mencatat, mengelompokkan,
mengidentifikasi transaksi-transaksi keuangan perusahaan dengan rapi,
baik dan benar
sesuai dengan bukti-bukti transaksi yang ada.
Dari sanalah tersedia laporan
keuangan yang dapat
digunakan untuk melihat
serta mengukur tingkat pertumbuhan dan kemajuan perusahaan.
Komponen Akuntansi
Dalam pencatatan akuntansi, suatu transaksi dicatat
dan dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu.
Berdasarkan kategori pencatatannya, ada lima komponen utama pada akuntansi keuangan yaitu:
Assets (Harta): Yaitu segala
sesuatu yang memiliki
nilai dan menjadi
kepemilikin perusahaan.
Liabilities (Kewajiban): Yaitu kewajiban perusahaan untuk membayar
sejumlah uang tertentu baik kepada pihak lain maupun pihak internal.
Equity (Ekuitas): Yaitu kewajiban perusahaan terhadap pemilik
modal yang menanamkan modalnya ke perusahaan.
Income (Pendapatan): Yaitu uang yang didapatkan
perusahaan atas operasional usaha, misalnya dari penjualan barang atau jasa.
Expenses (Biaya/Pengeluaran): Yaitu uang yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai operasional usaha.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan
adalah output dari sistem akuntansi. Berikut
ini adalah empat laporan keuangan utama pada perusahaan:
Neraca: Laporan ini menyediakan
informasi tentang posisi keuangan sebuah entitas
pada titik waktu tertentu. Dalam
laporan posisi keuangan disajikan aset, liabilitas dan ekuitas sebuah bisnis.
Laba/Rugi: Menyajikan laporan
laba bersih (rugi
bersih) sebuah usaha
selama periode tertentu.
Dalam laporan ini disajikan pendapatan yang dihasilkan dan biaya yang
terjadi selama periode tertentu.
Perubahan Modal:
Merangkum perubahan atau
penyesuaian ekuitas selama
periode tertentu
(periode yang sama dengan Laporan Laba/Rugi). Pada laporan ini disajikan
perubahan pada modal dan laba ditahan.
Arus Kas:
Menunjukkan jumlah uang
yang masuk maupun
yang keluar dari perusahaan
selama periode tertentu (periode
yang sama pada Laporan Laba/Rugi dan Laporan Perubahan Modal) meliputi aktivitas operasi, investasi dan keuangan.
Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui
bahwa akuntansi keuangan
sangat penting dalam sebuah
bisnis. Untuk memudahkan dalam melakukan proses
akuntansi, Anda dapat memanfaatkan software
akuntansi.
2.6
Tahapan Dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan
a.
Pengantar Akuntansi Dasar, Pemahaman tentang Persamaan Dasar-Dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode
Akun (Chart of Account), Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum (General Ledger), Pembuatan Kertas Kerja (Worksheets)
Laporan Keuangan.
b.
Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan (Contoh Laporan
Akuntansi Keuangan), Pemahaman tentang
Prosedur Akuntansi dan Keuangan, meliputiKebijakan dan
Prosedur : Kas dan
Setara Kas, Persediaan, Piutang, Aktiva Tetap, Hutang, danPajak.
c.
Akuntansi Keuangan Lanjutan, Mempelajari tentang
Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha (Merger), Integritas Penyajian Laporan Keuangan, Analisa Laporan Keuangan, Penyusunan Laporan Keuangan
Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, dan Investasi saham.
Tahapan Proses Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi dapat dikelompokkan dalam
beberapa tahap antara lain;
1.
Tahap Pencatatan Bukti Transaksi Keuangan;
Suatu proses
mengumpulkan dan mencatat
bukti atas suatu transaksi yang telah disetujui oleh perusahaan dan disusun
ke dalam buku harian atau Jurnal Umum, memindahbukukan atau postingdari jurnal
umum berdasarkan kelompok
akun atau Chart of Account atau jenisnya ke dalam akun
Buku Besar dan Buku Pembantu (Sub Ledger).
2.
Tahap Membuat Ikhtisar
Laporan Keuangan;
Penyusunan neraca saldo (Trial Balance) berdasarkan data dari
akun akun buku besar. Pembuatan ayat jurnal penyesuaian (Adjustment
Entries). Penyusunan Lembar Kertas Kerja (Work Sheets) atau
neraca lajur. Pembuatan ayat Jurnal penutup (Closing Entries).
Laporan Keuangan perusahaan terdiri dari:
a. Laporan Neraca (Balance Sheets)
Neraca
adalah suatu ihtisar laporan keuangan yang menunjukkan posisi Aktiva atau Assets, Hutang
atau Liabilities, dan Modal
atau Equity
b. Laporan Rugi Laba (Income Statements)
Laporan Rugi Laba adalah laporan
keuangan dari suatu
perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode
tertentu yang terdiri
dari seluruh pendapatan dan beban sehingga menghasilkan nilai laba atau rugi.
c. Laporan Perubahan Modal (Equity Statements)
Laporan Perubahan Modal adalah suatu
ihtisar dari laporan
keuangan yang mencatat informasi mengenai perubahan modal, yang terdiri dari jumlah Modal
disetor awal (Capital Stock), tambahan modal disetor
(Paid-in Capital), Saldo Laba Periode
Berjalan (Current Earning), dan
Saldo Laba Ditahan(Reatained Earning)
d.
Laporan Arus Kas (Cash Flow Statements)
Laporan Arus Kas adalah bagian
dari laporan keuangan
perusahaan yang dihasilkan dari suatu periode
akuntansi yang terdiri
dari aliran dana
kas masuk dan keluar, yang biasanya dikelompokkan berdasarkan Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi, dan Aktivitas Pendanaan.
e. Catatan atas Laporan Keuangan.
Catatan atas
Laporan Keuangan adalah merupakan laporan tambahan catatan informasi yang lebih
terperinci mengenai akun tertentu serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari
kondisi laporan keuangan
perusahaan.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Secara garis besar
Akuntansi Keuangan adalah
salah satu bagian
dari akuntansi yang berhubungan dengan penyajian laporan
keuangan perusahaan kepada pihak eksternal berupa laporan neraca, rugi
laba, Perubahan Modal
dan Arus Kas kepada pemegang
saham, kreditor atau investor khususnya tentang profitabilitas dan kredibilitas perusahaan, kepada supplier,
dan pemerintah.
Akuntansi sangat berhubungan dengan bidang-bidang lain
meskipun hal itu tidak selalu berhubungan, terutama
di zaman modern
ini yang pertarungan bisnis dan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat menuntut semua kegiatan menggunakan ilmu akuntansi meskipun terkadang tidak dilakukan persis
sesuai dengan aturan.
Dari pembembahasan yang telah disampaikan, penulis dapat menyimpulkan
bahwa akuntansi
sangat penting baik diperusahaan, dan banyak sekali pihak-pihak yang berkempentingan dengan akuntansi. Selain itu
laporang keuangan sangat penting juga untuk perusahaan karena berisi
catatan keuangan dari suatu perusahaan tersebut.
3.2 Saran
Penulis mengharapkan kepada
semua pihak yang terutama pihak
yang terkait dengan langsung agar dapat menggunakan akuntansi sebagaimana mestinya. Lebih dari itu, penulis
mengharapkan agar tidak
melupakan serta dapat
mempertahankan dan mengembangkan akuntansi
itu sendiri, terlebih
di zaman yang semakin maju ini.
Daftar
Pustaka
https://cahyafrance.wordpress.com/2012/07/29/makalah-akuntansi/
https://www.kembar.pro/2014/11/cara-paling-praktis-membuat-laporan.html
https://www.sisteminformasiakuntansi.com/2016/01/tahapan-dalam-pembelajaran- akuntansi.html
